Cari Blog Ini

Kamis, 21 April 2016

Kaos National Geographic Adventure





Kaos NatGeo, ayo para Petualang Alam dan Pendaki Gunung, segera miliki kaosnya supaya bertambah mantap dalam menelusuri Hijaunya Alam di Bumi ini!

*Bahannya: Cotton Combad 20S dan Spandex
*Harga; Rp 55.000,-/pcs
*Ambil banyak dapat Harga Spesial

*masih banyak model2 lainnya.


Hub'i;
CP, WA, Telegram. 0852-7453-8707
Pin. 51FEBB1B

Alamat Dist:
Jln. Sawah Liek No. 68 RT.02/RW.03, Kel. Kampung Olo, Kec. Nanggalo, Padang, Sumatera Barat

Rabu, 20 April 2016

7 Jawaban Untuk Kamu Yang Penasaran Dengan Pendaki Gunung


 Baca-baca tentang artikel Petualangan Mendaki Gunung, ehh ketemu artikel dari Phinemo!, ya sudah ngak nunggu lama lagi, sok nihh cerita di tulisannya dan poto-poto dari artikel tersebut juga ane upload dsini, tapi tambah poto ane dan kawan2 juga, heheh... sok nikmatin aja bacanya sampe abis+dtemani sihitam manis [kopi]..

Baca-baca Phinemo ketemu tulisan Umu Umaedah “7 Pertanyaan untuk para Pendaki Gunung”. Halo Umu, saya jawab versi saya yang baru mendaki beberapa kali dan kebetulan kita sama-sama cewek jadi saya paham dengan pemikiran kamu tentang mendaki.
Mendaki itu belajar susah. Jalan kaki berkilo-kilo meter dengan beban di punggung, jalannya pun bukan jalan biasa, tanjakan; menghabiskan waktu lebih dari sehari; tidur di tenda sempit ala kadarnya; suhu yang dingin; kadang harus diterpa hujan badai; air terbatas; buang hajat pun susah. Pulangnya? Capek sekujur tubuh, betis membengkak, muka menghitam bahkan sampai mengelupas.
Tapi kenapa masih mendaki? Ini jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang bikin kamu penasaran tentang pendaki.

1. Mengapa harus mendaki gunung?
Mamaku juga bertanya seperti itu, “kenapa harus gunung? Masih banyak tempat lain untuk refreshing“.
Kalo Umu bilang di gunung istilahnya hanya menumpang tidur dengan suasana berbeda? Bener banget, numpang tidur dengan kondisi dan suasana jauh berbeda dengan nyamannya kasur di kamar.
Buang air menyulitkan? Iya, sangat, terlebih untuk cewek. Ini bagian paling tidak saya suka kalau di gunung, terutama buang air besar. Tapi ya mau gimana lagi, nikmati saja kalau waktunya datang. Tidak semua cewek pasti mau mengalami hal seperti ini, apalagi yang terkenal “bersih”, buang hajat tanpa kakus dan air pasti terbayang jijik, belum lagi khawatir kalau ada yang tiba-tiba lewat, jangan-jangan batal naik gunung gara-gara terlalu memikirkan ini.
Layaknya pantai, taman hiburan, mall, kebun binatang, bioskop, Dufan yang jadi destinasi untuk liburan, kami memilih gunung untuk destinasi yang lebih disukai. Diantara pilihan tersebut, pasti ada salah satu yang lebih kamu suka kan dibanding yang lain?

2. Apa yang kamu cari di gunung? 
 Ya, memang di gunung tak ada taman rekreasi, tidak ada minimarket, mall, ataupun tempat nongkrong.
 
"Gunung mengajarkan kami bahwa setiap sesuatu itu berharga dan kita sering lupa karena di kehidupan kita yang normal itu semuanya serba ada."
















Misal, air. Di suatu perjalanan kami di Merbabu kami kehabisan air, bahkan air bercampur belerang yang rasanya asam-asam gimana itu pun habis. Di rumah? Mau mandi berember-ember pun kita tak sadar dan tak akan kepikiran bagaimana kalau seandainya tidak ada air.
Di gunung itu serba tidak ada, menyadarkan kita bagaimana berharganya yang ada itu: nyamannya kasur di kamar yang empuk itu, bahagianya punya wc yang tiap habis dari wc selalu ploong, lampu-lampu yang bikin malam tidak gelap.

3.   Apa yang membuatmu begitu termotivasi dan antusias untuk selalu melakukan pendakian?
Apakah foto-foto yang berseliweran di sosial media membuatmu ingin menirunya? Foto-foto yang indah-indah itu tentu menggiurkan.
 














Pergi ke gunung untuk melarikan diri dari masalah? Kita tentu paham masalah cuma akan hilang kalau diselesaikan, melarikan diri kemanapun tetap tak akan hilang. Mungkin bukan melarikan diri, tapi menenangkan diri atau mencari inspirasi. Ya lain hal kalau masalahnya ada untuk dilupakan, misalnya: naik gunung karena putus cinta supaya lupa sedihnya. Siapa tahu di gunung ketemu jodoh jadi lupa kalau lagi patah hati, ups.

Apa yang membuat begitu termotivasi dan antusias? 
Ah, ini soal perasaan. Perasaan yang mengalahkan semua hal tentang tidak enaknya mendaki. Saya bilang mendaki gunung itu layaknya mencari rindu.
Di kos saya hanya makan mie instan hanya jika benar-benar ingin dan itu cukup jarang, tapi sampai puncak gunung dengan baju basah keringat perut keroncongan, supe*mi rasa ayam bawang dengan telur setengah mateng itu istimewa! Ini namanya mencari rindu, rindu mie instan.
Pernah juga diberi pendaki lain cookies satu piece saat dingin badai dan tak punya snack apapun saat perjalanan ke puncak, rasanya… senang banget! Dalam hati langsung bilang, “turun nanti pokoknya harus beli cookies, yang kayak gini”. Padahal kalau di kos, meski punya cookies berbulan-bulan tetap saja cuma teronggok di atas meja.

4.   Menaklukan berbagai puncak gunung, seperti apa rasanya?
Foto-fotomu di banyak gunung dipampang dengan jelas dengan caption ‘… MDPL. Kamu kapan ke sini?’ Haha, saya punya foto sejenis seperti yang kamu bilang ini lo, Umu.
Bangga? Kamu harus tahu tidak semua pendakian itu akan selalu mendapat panorama terbaik: lautan awan yang mempesona, sunrise yang tak akan kamu temui seindah di sana, hijaunya padang rumput yang bikin betah, atau bunga edelweiss yang bermekaran. Ada kalanya kita harus diterpa hujan deras, kabut tebal nan dingin, juga badai.  Lupakan soal foto, bertahan untuk melewatinya itu yang lebih bikin bangga.

Ada ribuan orang yang sudah sampai puncak yang sama. Ada ribuan orang lagi yang sudah sampai puncak-puncak gunung lain. Daripada bangga, saya jauh lebih merasa bahagia karena ada tempat yang belum pernah saya lihat, akhirnya langkah kakiku berhenti di sana.

5.   Apakah tiap pendakian harus mencapai puncak?
Walau beberapa kali mendaki saya selalu sampai puncak, tapi puncak bukanlah harga mati. Kamu sendiri yang paling tahu apakah kamu sanggup atau tidak?. Teman-teman pendakian ada untuk memotivasi kita, dan biasanya selalu berhasil membuat kita untuk tak menyerah.
Pendakian sepertinya sangat melelahkan? Benar. Selain mendaki, tidak pernah saya merasakan selelah mendaki yang bikin dua hari “hibernasi”, kaki yang rasanya kalau bisa ingin saya copot dulu sementara karena saking pegalnya, muka jadi hitam dan kadang mengelupas karena suhu yang ekstrim.

Apa itu sepadan dengan  yang didapat di puncak? Nampaknya saya harus menggunakan kalimat sejuta pendaki untuk pertanyaan ini “Rasakan sendiri, maka kau akan tahu nikmatnya mendaki”. Kalau belum merasakan nikmatnya mendaki pasti selalu berpikiran jika mendaki itu banyak ruginya daripada untungnya. Tapi nyatanya saya selalu ketagihan mendaki, bahkan saya rindu berpeluh-peluh dengan langkah yang tinggal perlahan-lahan.

6.   Foto atau nyawa?
Berfoto di tempat-tempat berbahaya di gunung demi eksistensi diri di sosial media namun beresiko celaka atau pulang dengan selamat meski hanya dengan foto-foto yang biasa saja?

Jawaban saya: sebagian besar pendaki tidak menjadikan puncak sebagai tujuan, melainkan pulang dengan selamat. Jadi kamu tahukan apa yang kami pilih?

 7.   Apakah rumahmu tidak lebih hangat?
“Karena untuk menjadi seorang petualang tidak harus selalu keluar dari rumah”. Saya bingung dengan pernyataan ini, Umu. Petualangan bagaimana yang dilakukan di dalam rumah?
Apa kamu pikir mereka yang tinggal di rumah memiliki pengetahuan yang cetek dan tidak menikmati hidup? Pengetahuan mungkin tidak, teknologi yang begitu maju sekarang ini mempermudah kita untuk belajar dimana saja, tapi pengalaman jelas iya, dunia ini luas maka keluarlah dari rumahmu. Banyak interaksi yang harus kamu lakukan, banyak pengalaman yang akan kamu dapatkan.
Belum pernah kan dikasih air 1500 ml oleh orang asing, padahal saat itu tidak ada sumber air dan sama-sama membutuhkannya? Keluarlah! Masih ada orang baik di luar sana yang hatinya mengajarkan kita untuk berbagi.
Belum pernah kan lihat penambang belerang yang naik ke puncak gunung memikul gerobak kayu dan turun menarik gerobak berisi berkilo-kilo gram belerang? Keluarlah! Ternyata ada orang yang lebih tidak beruntung yang mengajarkan kita untuk lebih bersyukur. Tidak jadi soal kemana tujuanmu, meski itu bukan gunung, keluarlah!. Kunjungi tempat-tempat yang belum pernah kamu lihat.
Rumah akan selalu jadi tempat paling hangat, selalu jadi tempat pulang. Kadang kita harus keluar meninggalkannya, mencari rindu, agar tahu bahagianya pulang.

sampai disini dulu ya coretan artikel yang ane copas dari teman sebelah, semoga bermanfaat.
Lestariiiii.... Salam Rimba !

Kamis, 14 April 2016

JANGAN MENUNGGU !

12 kata “JANGAN MENUNGGU” yg
perlu dihindari:
*************************

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.
5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orangitu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek
akan menunggumu.
8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah
dengan tenang. Percayalah bukan
sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
‪#‎kopi‬

IDE BISNIS BUAT PEMULA !

6 Ide Bisnis yang bisa di coba buat Pemula!

http://www.hipwee.com/…/6-ide-usaha-yang-bisa-dicoba-pemu…/…
“Mau usaha, tapi modal minim plus lahan nggak ada. Hmm, usaha apa ya?”“Nggak minat nih kerja kantoran, pengen bikin usaha sendiri.”
Semakin hari, memang semakin banyak anak mudayang kepingin bikin usaha. Berbagai macam cara pun dilakukan: hutang orangtua, kerja dulu untuk beberapa tahun demi modal, bahkan menjual atau menggadaikan barang berharga.Tapi kali ini, Hipwee nggak akan mengajarkanmu cara jitu buat berhutang, kok. Yuk kita simak caralainnya buat memulai usaha: usaha yang modalnya minimal, dan bisa kamu lakukan asal rela banting tulang. Usaha apa sajakah itu?

1. Singkirkan gengsimu segera!
Membuka gerobak kopi sederhana di lingkungan kampus bisa menambah pundi-pundi rupiahmu.
Usaha yang kamu banget, warung kopi sederhana
Nggak hanya kopi saja, makanan kecil dan minuman dingin lainnya bisakamu sajikan di gerobak kopimu. Sambil menyediakan beberapa tikar agar pengunjung betah berlama-lama nongkrong di usaha kopi sederhanamu. Kalau bukan warung kopi sederhana, kamu bisa menjual minuman ringan sachet panas atau dingin. Dengan begini, kamu cukup membuat minuman saat ada orang yang ingin membeli saja. Tak perlu khawatir deh minuman racikanmu terbuang sia-sia.Kira-kira, kamu hanya butuh modal 1-1,5 juta saja untuk usaha kecil yang menjanjikan ini. Mau coba?

2. Usaha yang nyaris nggak butuh modal banyak tapi menjanjikan: jasa bersih-bersih kost dan rumah keliling.
Di perkotaan, usaha bersih-bersih kost dan rumah keliling ini sedang marak-maraknya. Apa kamu nggak tergerak tuh buat mencoba? Hanya butuh handphone,kemoceng, sapu, lap, dan cairan pembersih saja untuk di awal, kamu sudah bisa mulai berkeliling mencari orang yang butuh jasa bersih-bersihmu. Setelah laku, barulah kamu bisa beli “senjata” yang lebih canggih, seperti sarung tangan karet atau lap yang lebih bagus.Kamu bisa mulai dari teman-temanmu sendiri sebagai klien. Ssssst… manfaatkan media sosial juga lebih oke untuk promosinya!

3. Mulai patungan modal dengan temanmu, yuk!
Buka usaha rental motor kecil-kecilan meski awalnya hanya mengandalkan 2 motor.
Pikiranmu jangan muluk-muluk dulu soal usaha rental motor ini. Untuk permulaan, pakai saja motor pribadimu atau punya teman yang nganggur dan jarang dipakai. Mulai “jajakan” motor sewaanmu ke teman-teman terdekat dulu, jika sudah lama, kamu bisa mulai mempromosikannya ke wisatawan-wisatawan yang butuh kendaraan untuk berkeliling.“Iya sih, pakai motor punya pribadi atau teman, tapi sewa tempatnya ‘kan mahal, belum kalau motornya rusak. Ngawur aja nih!”Hmmm, kalau kamu bingung soal sewa tempat yang mahal, kenapa kamu nggak coba mengontrak rumah dengan teman-temanmu. Cari saja rumah kontrakan yang murah dan sederhana. Buka deh usaha rental motormu di situ. Persoalan motor rusak, tentunya itu sudah ada perjanjian di awal dengan penyewa. Nah, jangan lupakan surat perjanjian ini, ya. Supaya kamu nggak rugi dan kagok saat menghadapi penyewa.Usaha semacam ini akan lebih berhasil jika kamu mampu memilih lokasi-lokasi yang strategis. Seperti lingkungan kampus, tempat wisata, pekantoran atau tengah kota yang ramai.

4. Kalau usaha rental motor masihtakut, coba usaha rental sepeda aja, deh.
Lebih murah dan minim resiko.
Seperti usaha persewaan sepeda motor, persewaanh sepeda juga membutuhkan lokasi yang strategis. Selain itu, perhatikan apakah “mood” orang memang mendukung untuk naik sepeda. Misalnya: apakah cuaca di tempatmu biasanya cerah? Bagaimana dengan lalu lintasnya? Tempat-tempat wisata yang ramai bisa kamu pilih untuk membuka usaha menjanjikan ini.

5. Usaha camilan dan makanan ringan emang nggak ada matinya.
Jajakan saja ke warung-warung atau swalayan yang potensial.
Siapa sih yang nggak doyan ngemil? Nonton TV, ngemil. Belajar, ngemil. Patah hati, ngemil. Ngapa-ngapain, ngemil terus deh pokoknya! Nah, manfaatkan fenomena ini untuk memulai bisnis camilanmu, yuk! Beli saja 1 kantong besar camilan dengan berbagai macam varian di pasar induk yang murah. Kemas camilan-camilan tadi di plastik yang lebih kecil, beri label harga, kemudian jajakan deh. Kalau kamu telaten dan kreatif,bisnis camilan ini bisa menambah saldo ATM mu secara bertahap, lho. Enak ‘kan?

6. Mulai bersahabat dengan pemilik restoran atau rumah makan, kirim proposal danmulai usaha dropping sayuranmu!
Kalau ditanya, usaha dropping atau menyetok sayuran ini memang gampang-gampang susah sih. Gampangnya, cukup dengan modal proposal dan keberanian, kamu sudah bisa menemui pemilik restoran atau rumah makan yang nantinya akan membeli sayuran di tempatmu. Dan susahnya, kalau semua restoran itusudah punya langganan dan nggak mau berpindah hati. Wah, terus gimana? Well, cobalah pelan-pelan. Namanya juga melamar, pasti butuh beberapa kali usaha. Andalkan keunggulan bahwa sayuran yang kamu jual itu lebih segar dan harganya lebih murah.

Coba deh tag temen-temen kamu yang kira-kira mau diajak patungan buat membuka usaha-usaha kecil menjanjikan tadi. Siapa tahu kalian bisa sukses bareng, ya ‘kan?
‪#‎kopi‬

Sewa Perlengkapan/Peralatan Outdoor

 Perlengkapan/Peralatan Outdoor

Sewakan Perlengkapan dan Peralatan Outdoor, Seperti;
1. Tenda
2. Kompor
3. Matras
4. Keril
5. Gas
6. SleepingBag
7. Nesting/CookingSet
dll..

Dengan harga terjangkau dan sesuai saku Pendaki.

Hub'i;
CP, WA, Telegram. 0852-7453-8707
Pin. 51FEBB1B
Pages BRO, klik!

Alamat Kami:
Jln. Sawah Liek No. 68 RT.02/RW.03, Kel. Kampung Olo, Kec. Nanggalo, Padang, Sumatera Barat

Rabu, 13 April 2016

CEMILAN "TEMPE MAFIA"

"TEMPE MAFIA"
kami menghadirkan Cemilan BerGizi dan Lezat dan Tanpa Pengawet!

6 Varian Rasa:
1. Original
2. Capo; Ayam Panggang
3. Mobster; keju BBQ
4. Kronco; Balado level I
5. Boss; Balado level II
6. Big Boss; Balado level III



 
*Rp 20K/bks


Ayo segera buruan gabung bersama kami menjadi Reseller
Beli untuk Konsumsi juga bisa sob!

*Reseller; Japri/PM aja! [Harga SPESIAL]

Hub'i;
CP, WA, telegram. 0852-7453-8707
Pin. 51FEBB1B


Kenapa Anda perlu Jalankan Bisnis Cemilan "Tempe Mafia" ???
Karna Cemilan ini BerGizi, Lezat, Tanpa Bahan Pengawet dan punya daya tahan 6 bulan serta serta Paling banyak diSukai oleh Semua Kalangan Umur masyarakat di negri ini Sob..!

Alamat Dist:
Jln. Sawah Liek No. 68 RT.02/RW.03, Kel. Kampung Olo, Kec. Nanggalo, Padang, Sumatera Barat

#lapaktempemafia

note:
* Rp20K [Rp 20,000,-]